Bagaimana jika seseorang diberi pilihan untuk bertahan hidup atau mati demi orang lain? Mungkin akan menjadi pilihan yang sulit untuk semua orang ketika diberikan pertanyaan seperti itu.

Rafael Andrian, seorang murid SMA Santika di Bekasi. Dia orang yang sangat culun, pendiam, dan jarang bergaul. Rafael merupakan murid kebanggaan semua guru di sekolah. Dia rajin mengerjakan tugas dan selalu mendapat nilai yang baik. Namun, rasa takut tiba-tiba tumbuh di dalam diri Rafael setelah bertemu dengan murid baru yang bernama Dikta. Apa yang membuat Rafael takut ketika bertemu dengan Dikta?

Rafael ketakutan setelah melihat seorang murid baru yang berdiri di depan meja. Dia melihat seseorang yang pernah menjadi bagian dari masa lalunya yang kelam. Dikta, orang yang ditakuti oleh Rafael telah mendaftarkan diri di sekolah yang sama dengan Rafael. Ketika melihat Rafael, Dikta menunjukkan senyum yang jahat, Mereka berdua seperti musuh lama yang bertemu kembali di bangku SMA. Dikta seakan mempunyai dendam yang besar ketika melihat Rafael. Apa yang sebenarnya terjadi anatara Rafael dan Dikta?​

Design your blog - select from dozens of ready-made templates or make your own; simply “point & click” - Click here

Likes

Comments

"Apa yang bayangkan ketika mendengar sebuah mata kuliah Creative Writing and Storytelling?" Hmm... mari kita bahas bersama-sama. Bagi mahasiswa/i Universitas Multimedia Nusantara Fakultas Ilmu Komunikasi tentu tidak asing dengan mata kuliah ini. Saya termasuk salah satu dari mahasiswa Program Studi Jurnalistik tentu tahu mata kuliah ini seperti apa dan saya ingin menceritakan pengalaman saya selama mempelajari mata kuliah ini.

Pandangan pertama itu sangat penting, begitu juga saat saya dan teman-teman saya menunggu dosen yang mengajar mata kuliah Creative Writing and Storytelling. Saat kami menunggu, tiba-tiba seorang perempuan masuk dengan penampilan yang bisa dibilang nyentrik. Ternyata perempuan tersebut adalah dosen dari mata kuliah Creative Writing and Storytelling. Jujur saja aku kaget karena penampilannya yang berbeda dengan dosen-dosen yang ada disini.

Niknik M. Kuntarto, itulah namanya. Aku mengira Bu Niknik itu orangnya galak dan judes. Ternyata saya salah, karena Bu Niknik adalah orang yang lembut dan baik hati. Selain menjadi dosen disini, Bu Niknik juga merupakan penulis novel yang hebat. Salah satu novel Bu Niknik yang terkenal adalah "Saatirah". Senang rasanya bisa bertemu dan diajar oleh Bu Niknik. Diawal perkuliahan, Bu Niknik memperkenalkan diri dan menujukkan beberapa karya yang telah dia buat. Bu Niknik juga pernah telibat didalam sidang terkait kasus Pak Basuki Tjahaja Purnama.

Setelah memperkenalkan diri kepada kami, Bu Niknik menjelaskan sistem pembelajaran yang akan dijalankan saat perkuliahan. Bu Niknik akan memberikan bintang untuk setiap tugas yang diberikan. Dihari pertama, kami diminta untuk menulis apa saja tentang sebuah kursi menggunakan imajinasi kami. Setelah selesai, Bu Niknik meminta kami maju kedepan dan membacakan tulisan kami mengenai kursi tersebut. Saya dan teman-teman saling rebutan untuk maju kedepan demi mendaptkan bintang-bintang. kami sangat senang mengikuti mata kuliah ini karena Bu Niknik juga bisa diajak bercanda dengan kami sehingga kami pun tidak merasa bahwa jam perkuliahan sudah selesai.

Pada pertemuan kedua, kami diminta mengerjakan kuis PUEBI yang diberikan Bu Niknik. Setelah itu, pada pertemuan ketiga Bu Niknik meminta kami untuk saling mewawancarai dan membuat biografi singkat dari hasil wawancara tersebut. Pertemuan keempat Bu Niknik menceritakan sebagian kisah dari novel Saatirah yang dia buat. Setelah mendengarkan kisah tersebut, kami diminta untuk membuat puisi tentang Saatirah dan puisi bebas. Pada pertemuan kelima, Bu Niknik menjelaskan kepada kami tentang struktur puisi yang benar dan unsur-unsur yang terdapat didalam puisi. Pada pertemuan keenam dan terakhir menjelang UTS, terjadi hujan bintang dikelas, karena kami diminta untuk membacakan puisi yang telah kita buat dan juga menulis analisis cerpen atau resensi novel.

Bu Niknik sendiri mempunyai keunikan, jika kita salah menulis dalam mengerjakan tugas maka pengakuan dosa akan dilakukan. Kenapa ada pengakuan dosa? Bu Niknik melakukan hal tersebut karena beliau ingin kami bisa menulis dan berbicara bahasa indonesia yang baik dan benar. Selama ini kita kurang memperhatikan setiap detail-detail kecil yang ada disaat kita menulis. Bu Niknik ingin kami semua bisa menulis dengan kreatif dan benar. Pada akhirnya, kami semua berjuang untuk memperbaiki setiap kesalahan yang kami perbuat dan berjuang untuk mendapatkan bintang.

Begitulah yang bisa saya ceritakan tentang pengalaman saya selama belajar bersama Bu Niknik.

Likes

Comments

Karya: Teddy Alpha Pradipta​


Aku selalu ada untukmu

Aku selalu melayanimu

Aku yang begitu mencintaimu dengan tulus

Harus rela menerima kenyataan yang perih

Hanya untuk orang yang aku cinta

Wahai suamiku


Tapi kenapa ?

Kenapa kamu tega melakukan ini kepadaku

Aku hanya seorang wanita biasa

Ingin dicinta juga ingin disayang

Aku sedih karena cintamu

Jatuh dipelukan perempuan lain


Apa kurangku ??!!

Kenapa kamu bisa mencintai perempuan lain ?

Apakah semua yang aku berikan belum cukup ?

Untuk mempertahankan cintamu padauk

Mungkin kamu tidak tahu

Betapa hancurnya aku

Saat kamu berpaling dariku


Suamiku…

Aku hanya memendam

Rasa sakit ini dengan senyumanku

Karena aku

Hanya ingin hidup bahagia

Bersama denganmu

Seperti dulu lagi

Likes

Comments

Likes

Comments